desktop-hero mobile-hero

“Cacar Api? Saya bugar
dan sehat – Saya tidak
menyangka ini akan
terjadi pada saya.
Saya sangat menderita
selama berminggu-
minggu.”*

Ilustrasi pasien.

*Terinspirasi dari kisah nyata pasien. Gejala Cacar Api dapat berbeda-beda pada setiap pasien.1

Jangan menyelepekan risiko Cacar Api Anda

90% individu berusia di atas 50 tahun membawa virus penyebab Cacar Api.2†

Jika Anda pernah terkena cacar air, virus ini dapat kembali aktif sewaktu-waktu. Risiko terkena Cacar Api akan meningkat tajam setelah usia 50 tahun, karena kemampuan sistem imun untuk menahan virus tetap dorman telah menurun.1,3

Apakah bugar dan sehat saja sudah cukup untuk mencegah Cacar Api? Pertimbangkan lagi.

Tidak semua orang yang berisiko akan terkena Cacar Api.1

Apakah Anda berisiko terkena Cacar Api?

Beberapa kondisi medis yang mendasari dapat meningkatkan risiko Anda.1

  • down-arrow Diabetes

    Penderita diabetes berisiko 40% lebih tinggi terkena Cacar Api, dibandingkan dengan individu yang tidak mengidap diabetes.4 Jika Anda menderita diabetes khususnya tipe 2, risiko Anda meningkat hampir dua kali lipat, dibandingkan dengan individu yang tidak mengidap diabetes.5  

    Diabetes tidak hanya dapat meningkatkan risiko terkena Cacar Api, tetapi juga dapat meningkatkan risiko komplikasi terkait Cacar Api, seperti nyeri saraf jangka panjang dan rawat inap.1,6,7

  • down-arrow Masalah pernapasan

    Masalah pernapasan dan terapinya dapat melemahkan sistem imun, sehingga meningkatkan risiko terkena Cacar Api.8,9

    • Penyakit paru obstruktif kronis meningkatkan risiko terkena Cacar Api hingga 40%8
    • Asma meningkatkan risiko terkena Cacar Api hingga 20%8

    Penggunaan obat steroid dan inhaler oral, yang digunakan untuk menangani masalah pernapasan, dapat lebih meningkatkan risiko terkena Cacar Api.10,11

  • down-arrow Penyakit jantung

    Penyakit jantung dapat meningkatkan risiko terkena Cacar Api hampir sebesar 30%, dibandingkan dengan individu tanpa penyakit jantung.8

    Dalam kasus yang jarang terjadi, Cacar Api dapat meningkatkan risiko terkena stroke.12*

    *Dalam waktu 3 bulan setelah terkena Cacar Api.12

  • down-arrow Penyakit ginjal

    Penyakit ginjal dapat melemahkan sistem imun, sehingga meningkatkan risiko terkena Cacar Api.8,13 Risiko terkena Cacar Api meningkat hingga 30%, dibandingkan dengan individu tanpa penyakit ginjal.8

    Tidak hanya itu, efek lain dari Cacar Api adalah dapat menyebabkan kerusakan ginjal, sehingga progresivitas penyakit menjadi lebih cepat dibandingkan dengan jika tidak terkena Cacar Api.14

  • down-arrow Kanker

    Kanker dan kemoterapi diketahui melemahkan sistem imun.1 Hal ini menyebabkan penderita kanker lebih berisiko terkena Cacar Api.15
    Penderita kanker yang menjalani kemoterapi dapat berisiko hingga 7x lebih tinggi terkena Cacar Api, dibandingkan individu yang tidak mengidap kanker.15

  • down-arrow Artritis reumatoid

    Penyakit rematik, termasuk artritis reumatoid dapat melemahkan sistem imun – sehingga tubuh lebih rentan terkena Cacar Api.1,8
    Risiko terkena Cacar Api pada penderita artritis reumatoid meningkat hingga 50%, dibandingkan dengan individu yang tidak terkena artritis reumatoid.8  Jika Anda terkena Cacar Api, Anda mungkin perlu menghentikan rencana perawatan Anda saat ini,16 yang berpotensi menyebabkan artritis reumatoid Anda kambuh.

  • down-arrow Stres

    Karena stres memengaruhi sistem imun, beberapa penelitian membuktikan bahwa stres dapat memicu atau meningkatkan risiko Cacar Api.17
    Bahkan, telah ditemukan kaitan antara stres kronis, stres sehari-hari, dan juga peristiwa yang memberikan tekanan tinggi sebagai faktor risiko untuk Cacar Api.17 Studi menunjukkan bahwa stres dapat meningkatkan risiko Cacar Api sebesar 47%.8

  • down-arrow Penyakit autoimun

    Penyakit autoimun seperti artritis reumatoid dan lupus eritematosus sistemik (SLE) dapat merusak kinerja sistem imun, sehingga meningkatkan risiko
 Cacar Api.1,8
    Pada pasien dengan penyakit autoimun, risiko Cacar Api dapat meningkat 1,2 hingga 2 kali lipat.8

Jangan biarkan Cacar Api mempersulit hidup Anda

imgalt mobileimage

$noteContent

Apakah Anda berisiko terkena Cacar Api?

PERIKSA RISIKO ANDA DI SINI
imgalt2 mobileimage2

$noteContent

Segera ambil tindakan – konsultasikan dengan dokter Anda

UNDUH PANDUAN DISKUSI

Maia Estianty menghimbau untuk mencegah Cacar Api

Video player requires JavaScript enabled. You can download this video here: https://videos.gskinternet.com/pharma/kenalicacarapi.com/Maia Estianty Manifesto Video Kenali Cacar Api.mp4

Dengarkan bagaimana dampak Cacar Api pada kehidupan pasien ini

Video player requires JavaScript enabled. You can download this video here: https://videos.gskinternet.com/pharma/kenalicacarapi.com/Shingles Pak Achmad Patient Video - Full.mp4

Semua foto di halaman web ini merupakan ilustrasi pasien.

Referensi
  1. Harpaz R, Ortega-Sanchez IR, Seward JF. Prevention of herpes zoster: recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). MMWR Recomm Rep. 2008;57(RR-5): 1–30.
  2. Bollaerts K, Riera-Montes M, Heininger U, et al. A systematic review of varicella seroprevalence in European countries before universal childhood immunization:
deriving incidence from seroprevalence data. Epidemiol Infect. 2017;145:2666–2677.
  3. Hales CM, Harpaz R, Ortega-Sanchez I, Bialek SR. Update on recommendations for use of herpes zoster vaccine. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2014;63(33):729–731.
  4. Huang CT, Lee CY, Sung HY, et al. Association between diabetes mellitus and the risk of herpes zoster: A systematic review and meta-analysis. J Clin Endocrinol Metab. 2022;107:586–597.
  5. Poirrier JE, Meyers JL, Nagar SP, et al. Herpes zoster incidence and burden in adults with type 2 diabetes in the USA: retrospective database analysis. Diabetes Care. 2022;45:2585–2593.
  6. Muñoz-Quiles C, Lopez-Lacort M, Ampudia-Blasco FJ, et al. Risk and impact of herpes zoster on patients with diabetes: A population-based study, 2009–2014. Hum Vaccin Immunother. 2017;13:2606–2611.
  7. Forbes HJ, Bhaskaran K, Thomas S L, et al. Quantification of risk factors for postherpetic neuralgia in herpes zoster patients: A cohort study. Neurology. 
2016;87:94–102. 
  8. Marra F, Parhar K, Huang B, Vadiamudi N. Risk factors for herpes zoster infection: A meta-analysis. Open Forum Infect Dis. 2020;7:ofaa005.
  9. Safonova E, Yawn B, Welte T, Wang C. Risk factors for herpes zoster: should people with asthma or COPD be vaccinated? Respir
Res. 2023;24:35
  10. Yang YW, Chen YH, Wang KH, et al. Risk of herpes zoster among patients with chronic obstructive pulmonary disease: a population-based study. CMAJ 2011;183:E275–280.
  11. Bloechliger M, Reinau D, Spoendlin J, et al. Adverse events profile of oral corticosteroids among asthma patients in the UK: cohort study with a nested case-control analysis. Respir Res. 2018;19:75.
  12. Erskine N, Tran H, Levin L, et al. A systematic review and meta-analysis on herpes zoster and the risk of cardiac and cerebrovascular events. PloS One. 2017;12:e0181565.
  13. Ishigami J, Matsushita K. Clinical epidemiology of infectious disease among patients with chronic kidney disease. Clin Exp Nephrol. 2019;23:437–447.
  14. Lin SY, Liu JH, Yeh CH, et al. Association between herpes zoster and end stage renal disease entrance in chronic kidney disease patients: a population-based cohort study. Eur J Clin Microbiol Infect Dis. 2014;33:1809–1815.
  15. Habel LA, Ray GT, Silverberg MJ. et al. The epidemiology of herpes zoster in patients with newly diagnosed cancer. Cancer Epidemiol Biomarkers Prev. 2013;22:82–90.
  16. Winthrop K, Curtis J, Yamaoka K, et al. Clinical management of herpes zoster in patients with rheumatoid arthritis or psoriatic arthritis receiving tofacitinib treatment. Rheumatol Ther. 2022;9:243–263.
  17. Healthline. 2022. Can stress trigger shingles? Available at: https://www.healthline.com/health/shingles-and-stress, Last Accessed September 2025