desktop-hero mobile-hero

“Cacar Api? Ini adalah
ruam yang mengerikan.
Saya benar-benar kesulitan
untuk tidur.”*

Ilustrasi pasien.

*Terinspirasi dari kisah nyata pasien. Rasa sakit akibat Cacar Api dapat berlangsung selama
berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Gejala Cacar Api dapat berbeda-beda pada setiap pasien.1

Jangan meremehkan komplikasi Cacar Api1

Anda mungkin tahu bahwa Cacar Api menyebabkan ruam yang menyakitkan, gatal, dan bisa pecah. Meskipun ruam ini biasanya sembuh
kurang lebih dalam waktu 4 minggu, rasa sakit akibat Cacar Api bisa sangat mengerikan, dan penderita bisa mengalami komplikasi yang
dapat mengakibatkan rasa sakit berkepanjangan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah ruamnya sembuh.1

Cacar Api bisa menyerang kapan saja, terutama saat imun melemah.2

articleimage articleimage

Nyeri saraf jangka panjang

Neuralgia Pasca Herpes adalah nyeri saraf yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah ruam Cacar Api sembuh.1 Ini adalah komplikasi paling umum yang terkait dengan Cacar Api.3

 

Pasien menggambarkan rasa sakitnya sungguh 'mengerikan' atau 'menyiksa'.1 Hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental penderita, di mana 2 dari 3 pasien yang mengalami rasa sakit ini melaporkan gangguan kecemasan dan depresi.4*

articleimage articleimage

Cacar Api pada area wajah

Cacar Api biasanya muncul sebagai ruam di badan.1 Namun, presentasinya tidak dapat diprediksi dan ruam juga dilaporkan muncul di area wajah pada hingga 25% pasien.1,5 
Hal ini dapat menyebabkan komplikasi pada mata dan dalam kasus yang jarang terjadi, pasien bahkan dapat kehilangan penglihatannya.1

articleimage articleimage

Gangguan pendengaran

Terkadang Cacar Api dapat memengaruhi saraf pada wajah dan menyebabkan kelumpuhan wajah. Cacar Api juga dapat memengaruhi pendengaran dan keseimbangan tubuh penderitanya.1

articleimage articleimage

Kerusakan kulit

Terbentuknya jaringan parut dan perubahan pigmentasi dapat bersifat permanen, dan dapat memengaruhi penampilan serta kepercayaan diri pasien.1,6

*Hasil dari sebuah studi di Tiongkok. 69,0% pasien dengan nyeri saraf jangka panjang (NPH) mengalami kecemasan (n/N=456/661) dan 65,8% mengalami depresi (n/N=435/661).4

Jangan menyepelekan Cacar Api dan potensi komplikasinya
– segera konsultasikan dengan dokter terkait cara pencegahannya

UNDUH PANDUAN DISKUSI

Jangan biarkan Cacar Api mengganggu hidup Anda

imgalt mobileimage

$noteContent

Apakah Anda berisiko terkena Cacar Api?

PERIKSA RISIKO ANDA DI SINI
imgalt2 mobileimage2

$noteContent

Ambil tindakan sekarang – konsultasikan dengan dokter Anda

UNDUH PANDUAN DISKUSI

Maia Estianty menghimbau untuk mencegah Cacar Api

Video player requires JavaScript enabled. You can download this video here: https://videos.gskinternet.com/pharma/kenalicacarapi.com/Maia Estianty Manifesto Video Kenali Cacar Api.mp4

Dengarkan bagaimana dampak Cacar Api pada kehidupan pasien ini

Video player requires JavaScript enabled. You can download this video here: https://videos.gskinternet.com/pharma/kenalicacarapi.com/Shingles Pak Achmad Patient Video - Full.mp4

Semua foto di halaman web ini merupakan ilustrasi pasien.

Referensi
  1. Harpaz R, Ortega-Sanchez IR, Seward JF. Prevention of herpes zoster: recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). MMWR Recomm Rep. 2008;57(RR-5):1–30.
  2. WHO. 2025. Shingles (Herpes Zoster). Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/shingles-(herpes-zoster), Last Accessed Jul 2025.
  3. Kawai K, Gebremeskel BG, Acosta CJ. Systematic review of incidence and complications of herpes zoster: towards a global perspective. BMJ Open. 2014;4(6):e004833.
  4. Du J, Sun G, Ma H, et al. Prevalence and risk factors of anxiety and depression in patients with postherpetic neuralgia: a retrospective study. Dermatology. 2021;237(6):891–895.
  5. Weinke T, Edte A, Schmitt S, Lukas K. Impact of herpes zoster and post-herpetic neuralgia on patients’ quality of life: a patient-reported outcomes survey. Z Gesundh Wiss. 2010;18:367–374.
  6. Xue Q, Ji J, Fan WG, et al. Conditions and factors that raise the risk of developing skin lesions after shingles. Clin Cosmet Investig Dermatol. 2023;16:2869–2878.